Catatan Harakie

Catatan Harakie

3.2.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 3.2




Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Oleh: Syafitriandy, S.Pd.I

Tujuan Pembelajaran Khusus:

  1. CGP dapat menganalisis tentang visi dan prakarsa perubahan dari tayangan video praktik baik yang ada.
  2. CGP dapat mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masing-masing tahapan B - A - G - J - A dari tayangan video yang ada.
  3. CGP dapat mengidentifikasi peran pemimpin pembelajaran dari tayangan video.
  4. CGP dapat menganalisis modal utama apa saja yang dimanfaatkan contoh video praktik baik ini.

Gunakan pertanyaan - pertanyaan di bawah ini untuk membantu menganalisis video.

  • Kira-kira apakah visi dari sekolah tempat guru dalam video tersebut mengabdi?
  • Apakah prakarsa perubahan yang akan dilakukan oleh guru dalam tayangan video?
  • Apakah Pertanyaan Utama dari kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video tersebut?
  • Kegiatan/tindakan apa yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video yang menggambarkan tahapan:

    1. B
    2. A
    3. G
    4. J
    5. A
  • Apa peran pemimpin yang tergambar dalam tayangan video?
  • Apa saja modal utama yang dimanfaatkan oleh pemimpin pembelajaran dalan tayangan video? lalu bagaimana pemanfataannya?

TUGAS
Hasil analisis menonton video praktik baik berupa narasi. Silakan unggah narasi tersebut sesuai petunjuk di bawah.




1. Kira-kira apakah visi dari sekolah tempat guru dalam video tersebut mengabdi?

Visi dari sekolah tersebut adalah :

Mewujudkan Pembelajaran yang menyenangkan serta menciptakan peserta didik berakhlak mulia, mandiri, kreatif dan kolaboratif menuju karakter Profil Pelajar Pancasila

2. Apakah prakarsa perubahan yang akan dilakukan oleh guru dalam tayangan video?

Prakarsa perubahannya adalah:

Mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar

3. Apakah Pertanyaan Utama dari kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video tersebut?

Pertanyaan utamanya adalah :

Bagaimana cara mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar

4. Kegiatan/tindakan apa yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video yang menggambarkan tahapan:

B( Buat Pertanyaan )

·         Guru mengajak rekan sejawat untuk merumuskan pertanyaan utama dari prakarsa perubahan yang akan dilakukan

·         Guru menanya kepada siswa tentang kata “Penyemangat Belajar”

 

A (Ambil Pelajaran)

·    Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok untuk mengunjungi kelas 2 dan kelas 6 supaya dapat melhat suasana kelas tersebutvdan memperbolehkan bertanya kepada siswa yag bertana dikelas tersebut tentang apa yang mereka sukai

·    Hal ini dimakusudkan untuk menambah inspirasi siswa dalam mewujudka kelas yang menyenangkan

G (Gali Pertanyaan )

Guru membagi siswa untuk berdiskusi  tentang kelas impian yang dapat menjadi penyemangat belajar

Murid menggambarkan kelas yang nyaman sesuai dengan apa yann mereka bayangkan

 J (Jabarkan Rencana)

Guru mengajak murid berkontribusi  menentukan kebutuhan akan kelas yang mereka impikan

A (Atur Eksekusi)

Murid diberi kesempatan berkontribusi untuk menentukan pembagian tugas dalam kelompok

Guru bersama murid mendiskusikan waktu pelaksanaan

 5. Apa peran pemimpin yang tergambar dalam tayangan video?

Dalam Video tersebut , guru sebagai pemimpin pembelajaran berperan sebagai Manajer dengan melakukan peran diantaranya:

1.Planning: Merencanakan

2. Organizing : membagi Tugas

3. Actuating : Menggerakan

4. Controlling : Mengawasi

Selain itu, guru juga menunjukan keberpihakannya kepada murid, hal ini diwujudkan dengan adanya dialog dua arah/ diskusi bersama murid dalam pengambilan keputusan

6. Apa saja modal utama yang dimanfaatkan oleh pemimpin pembelajaran dalam tayangan video ? lalu bagaimana  pemanfaatannya

Modal Manusia

Guru dan Murid yang aktif kreatif dan mandiri serta berkolaborasi dalam mewujudkan kelas yang menyenangkan

Modal Lingkungan

Beberapa bahan alam yang digunakan untuk menghias  kelas seperti daun kering dan biji-bijian

Modal Fisik

Ruang Kelas yang bisa dibuat menjadi kelas yang menyenangkan

Modal Finansial

Mengguakan beberapa kertas lem dan alat kebutuhan lainnya yang disediakan oelh sekolah  diaman kebutuhan itu dibeli menggunakan anggaran sekolah

 Demikianlah yang dapat saya jabarkan dalam tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Jurnal Refleksi 2 Mingguan Modul 3.1Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Jurnal Refleksi kali ini saya menggunakan model 4C yang dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011). model 4 C ini terdiri dari :Connection,Challenge , Concept, Change

A.CONNECTION

Pada dua minggu terahir ini, saya mempelajari modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan Berbasis Nili Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Modul ini sangat berkaitan erat dengan peran saya sebagai calon guru penggerak dalam memimpin pembelajaran. Sebagai pemimpin pembelajaran guru dibutuhkan ketepatan dalam pengambilan keputusan.

Baik itu keputusan yang berhubungan dengan kurikulum, kesiswaan maupun keputusan terkait hubungan sosial lainnya. Dengan mempelajari modul 3.1 ini semakin mempermudah saya dalam mengindentifikasi dan menganalisis suatu permasalahan, baik itu yang berupa dilema etika maupun bujukan moral sehingga mampu memberikan keputusan yang arif dan bijak.

B. CHALLENGE

Selama ini, saya melakukan pengambilan keputusan lebih banyak berfokus pada hasil akhir, yaitu "saya lakukan karena itu yang terbaik untuk kebanyakan orang". Karena menurut saya kepentingan orang banyak itu yang paling utama. Tapi pada modul ini, ternyata kita juga di latih untuk mengolah rasa empati dalam mengambil keputusan. Kita dihadapkan pada posisi "seandainya saya di posisi dia, apa yang akan saya lakukan"

 C. CONCEPT

Konsep penting yang saya pelajari dalam modul ini adalah:

EMPAT PARADIGMA DILEMA ETIKA

1.Individu Vs Kelompok

2.Keadilan Vs Kasihan

3.Kebenaran Vs Kesetiaan

4.Jangka Pendek Vs Jangka Panjang

TIGA PRINSIP PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1.Berpikir berbasis hasil akhir (End - Based Thinking)

2.Berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking)

3.Berpikir berbasis rasa peduli (Care - Based Thinking)


SEMBILAN LANGKAH PENGAMBILAN DAN PENGUJIAN KEPUTUSAN

1. Mengenali nilai nilai yang saling bertentangan

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3. Kumpulkan fakta fakta yang relevan dengan situasi ini

4. Pengujian Benar / Salah (Uji legal, Uji Regulasi / Standar professional, Uji Intuisi, Uji Publikasi,Uji panutan/idola)

5. Pengujian paradigma Benar Vs Benar

6. Melakukan prinsip resolusi

7. Investigasi opsi trilema

8. Buat keputusan

9. Lihat lagi keputusan dan reflekSikan


D. CHANGE

Perubahan yang ingin saya lakukan setelah mendapat materi ini adalah perubahan dalam pengambilan keputusan. Saya akan menerapkan 4 Paradigma, 3 Prinsip dan 9 Langkah, dalam menganalisis sebuah kasus dilema untuk mengujinya sebelum mengambil sebuah keputusan.

Koneksi Antar Materi 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai kebajikan Sebagai Pemimpin

 


            Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”                       

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert

Arti dari kutipan diatas adalah bahwa pengetahuan kemampuan sangat dibutuhkan bagi seorang anak didik untuk bekal kehidupanya, namun karakter, etika ,rasa menghargai, simpatidan mepati adalah hal sangat sangat berharga. Anak tidak akan menjadi sesuatu yang sangat berguna jika ia tidak memahami tentang kegunaan hidup yang berharga,dan harga sebuah kehidupan.

Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
Pendidikan adalah cara kita mengolah manusia dengan sentuhan-sentuhan estetik sehingga menghasilkan sebuah etika estiak yang etis dalam kehidupan

Baik, agar mempermudah memahami materi modul 3.,1 tentang Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai kebajikan Sebagai Pemimpin, maka beberapa pertanyaan pemantik dihadirkan agar tercipta pemahaman yang kuat terhadap pembelajaran ini. Selamat Membaca....

Wawancara Kepala Sekolah
Wawancara Kepala SMAN 3 Lingga,Bapak Josua Ginting, S.Pd
Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai serorang pemimpin pembelajaran diambil ?

Pengaruh pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka (Ing Ngarsa Usng Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani terhadap sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran  adalah ketika guru mampu menyadari bahwa dalam lingkungan sekolah seringkali kita dihadapkan pada berbagai dilema etika  dan bujukan moral. Berdasarkan keadan tersebut maka guru harus memiliki kompetensi dan peran sesuai dengan filosofi Pratap Triloka dari Ki Hajar Dewantara dengan caramenjadi sosok yang dapat menjadi teladan yang positif, motivator, fasilitator dan mampu membentuk karakter positif kepada murid untuk mewujudkan profil pelajar pancasila .Dalam pengambilan keputusan guru juga dapat menggunakan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan

Bagaimana nilai nilai yang tertanam  dalam diri kita, berpengaruh pada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita akan berpengaruh pada prinsip-prinsip yang akan kita ambil nantinya dalam pengujian dan pengambilan keputusan. Pada proses pengambilan keputusan, kita mengenal tiga prinsip yang meliputi: Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan tentunya berkaitan dengan nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita. Guru dalam memberikan pelayanan dan pembelajaran juga harus memiliki rasa empati terhadap murid agar murid memiliki rasa terbuka dan berminat terhadap pembelajaran yang kita berikan, hal ini merupakan salah satu prinsip ber berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking).

Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Keterkaitan pengambilan keputusan dengan kegiatan coaching sangat efektif, karena dengan mempelajari materi coaching kita dapat mempelajari cara berkomunikasi yang memberdayakan (asertif), teknik mindfullnes, dan coaching model TIRTA. Artinya, dengan kemampuan dalam menerapkan coaching untuk membantu memecahkan permasalahan yang dialami oleh murid atau komunitas praktisi di sekolah merupakan cara dalam pengambilan keputusan ketika dihadapkan pada dilema etika dan bujukan moral. Selain itu dalam pengambilan keputusan juga menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengan... keputusan bersama murid atau komunitas praktisi di sekolah.

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Dasar pengambilan keputusan adalah nilai-nilai kebajikan yang tidak bertentangan dengan dilema etika atau bujukan moral. Dalam proses mengelola aspek sosial dan emosional dalam pengambilan keputusan maka diperlukan teknik mindfullnes atau kesadaran penuh, hadir sepenuhnya dalam masalah yang dialami dan mampu memahami tujuan pembelajaran sosial emosional. Ketika guru mampu menerapkan mindfullnes yang didalamnya juga terdapat nilai-nilai kebajikan, make dalam pengambilan keputusan akan berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya,

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Sebagai seorang pendidik tentunya kita akan dihadapkan pada situasi dilema etika atau bujukan moral di lingkungan sekolah. Penanganan masalah pada studi kasus yang telah di sediakan memberikan contoh dan praktik secara langsung merupakan masalah yang sering kita jumpai di sekolah baik yang dialami oleh murid maupun guru dalam proses berinteraksi di sekolah. Adanya teknik 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan akan memberikan rambu-rambu dalam penyelesaian dilema etika atau bujukan moral yang dihadapi.

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan memiliki arti yang penting bagi berkembangkan sebuah organisasi atau satuan pendidikan. Pada pengambilan keputusan yang tepat akan menghasilkan suatu perubahan terhadap organisasi atau lembaga ke arah yang lebih baik, berkembang dan mampu mewujudkan visi dan misi yang telah disusun. Namun jika dalam pengambilan keputusan terjadi kesalahan, maka akan berdampak buruk bagi organisasi atau lembaga tersebut, sehingga dalam melakukan pengambilan keputusan harus berpedoman pada paradigma, prinsip dan 9 langkah dalam proses pengujian dan  pengambilan keputusan.

Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Perubahan tidak dapat dibangun secara instan, namun ada proses yang harus dilewati dan dikerjakan agar dapat terwujud. Perlu adanya sosialisasi dan komunikasi secara terus-menerus agar lingkungan yang masih menggunakan paradigma lama akan memiliki pemahaman baru dan mampu beradaptasi dengan adanya perubahan. Pengambilan keputusan atas adanya perubahan maka perlu dilakukan dari hal kecil agar menjadi kebiasaan dan budaya positif dalam lingkungan tersebut. Dengan berdasarkan pada visi dan misi serta tujuan sekolah, maka akan mencapai perubahan yang dapat diterima oleh lingkungan atau warga sekolah.

Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Hal itu memiliki pengaruh, karena kita sebagai pemimpin pembelajaran tentunya sudah memahami pokok-pokok atas perubahan yang salah satunya pembelajaran berpihak pada murid, sehingga seorang pemimpin pembelajaran dalam melakukan pengambilan keputusan mampu memfasilitasi dan memerdekakan murid dalam proses pembelajaran di sekolah.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Sebagai seorang guru yang selalu memberikan bantuan pembelajaran dan pelayanan konseling kepada murid akan selalu memperhatikan rencana jangka panjang yang akan dihadapi seorang murid ketika terjun ke masyarakat, sehingga guru harus menjadi motivator, coach dan pengaruh yang baik kepada murid serta mengajarkan keterampilan hidup kepada murid agar mampu beradaptasi dan memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan.

Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan yang dapat diambil dari modul yang sudah saya pelajar ini dan kaitannya dengan modul-modul sebelumnya adalah bahwa sebagai guru yang merupakan pemimpin pembelajaran bagi murid dan komunitas praktisi di lingkungan sekolah maka diharapkan mampu memiliki sikap among berdasarkan Pratap Triloka yang dapat membantu murid dalam tumbuh kembang dan menjadi modelling bagi lingkungannya. Selain itu, kemampuan guru dalam pengambilan keputusan didasari oleh kemampuannya dalam melaksanakan coaching, sehingga pengambilan keputusan yang diperoleh memberikan dampak positif bagi murid dan sekolah.

Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika (benar vs benar) adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Sedangkan bujukan moral (benar vs salah) yaitu situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar dan salah. Paradigma pengambilan keputusan antara lain Individu lawan masyarakat (individual vs community), Rasa keadilan lawan rasa kasihan ( justice vs mercy). Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), dan langka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)r. Sedangkan pinsip pengambilan keputusan ada 3 yaitu, Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends- Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Untuk 9 langkah pengujian dalam pengambilan keputusan yaitu mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat, mengumpulkan fakta- fakta yang relevan, melakukan pengujian benar-salah, menguji paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, melakukan investigasi opsi trilema, membuat keputusan dan merefleksinya.

Yang menurut saya diluar dugaan adalah tentang serangkaian pengujian keputusan yang sangat banyak, bagaimana jika keputusan yang diambil tidak bisa menunggu lama, dan memerlukan keputusan secepatnya?

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Pernah.

Saat itu dilema etika yang saya alami termasuk pada paradigma Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy). Saat itu saya hanya mengandalkan keputusan hasil akhir yang sekiranya tidak merugikan.

Setelah saya mempelajari Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai sebagai Pemimpin, ternyata sebuah kasus bisa di identifikasi merupakan kasus dilema etika atau bujukan moral. Dan perlu di putuskan dengan melalui langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan agar dapat dipertanggung jawabkan dengan baik.

Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Menurut saya, dampaknya sangat banyak sekali, terutama saya jadi lebih paham bahwa situasi dimana dua pilihan benar itu dinamakan dilema etika, sedangkan situasi ketika dihadapkan pada pilihan benar dengan salah dinamakan bujukan moral serta langkah-langkah menguji dan mengambil keputusan secara tepat.

Perubahan yang terjadi pada cara saya sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran Modul 3.1 ini adalah Sebelumnya, saya lebih ke prinsip hasil akhir tanpa memperhatikan dan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan. Namun setelah mempelajari Modul 3.1 ini, saat saya mengalami suatu situasi tersebut, langsung bisa saya identifikasi apakah termasuk dilema etika atau bujukan moral, merupakan paradigma dan prinsip mana yang diambil serta 9 langkah pengambilan keputusan yang akan diterapkan.

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sebagai seorang pemimpin, sangat penting dalam mempelajari Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai sebagai Pemimpin karena sebuah keputusan yang diambil harus berdasarkan beberapa pertimbangan sehingga keputusan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan dengan baik dan tidak salah langkah apalagi sampai merugikan orang lain yang nantinya justru akan menimbulkan perselisihan atau kekacauan di masa depan. Dengan mempelajari Modul 3.1 ini, diharapkan seorang pemimpin dapat mengambil keputusan secara bijak dan keputusannya merupakan suatu keputusan yang terbaik***

 

 

 

 

Segitiga Restitusi


#calongurupenggerak #cgpangkatan6 #budayapositif #segitigarestitusi Tugas 1.4.a.6 Demonstrasi Kontekstual _ Modul 1.4 Budaya Positif tentang Praktik Segitiga Restitusi, dengan Talent 1 Ahmed Khairussabri Muazzam, Talent 2 Riski Ramadhan Guru: Syafitriandy Kameramen 1.Riski Ramadhan Kameramen 2. Wisnu Pratama Cerita : Syafitriandy Lokasi : SMAN 2 SINGKEP

https://www.youtube.com/watch?v=hnk4q3fkYZQ&t=140s 

Tersumbat Kisah Maka Tertulislah



Karya :Fitrie Harakie

Tersebutlah kisah tersebab resah maka aku tulislah
Terkenang masa kita bersua duduk bersama maka aku ajarlah
Tersentuh jiwa membuai mimpi berlagak kita maka berjanjilah
dalam cita menggengam asa
Sebab masa depan tlah membentang

Hari ini aku bentangkan tentang ingatan kelakuan
Di barak barak normah kau bersembunyi takut di ajak senam pagi
Di tembok pagar sekolah kau susuri belajar melompat seperti belalang kunyit yang tak mandi
Di dinding dinding kelas  kau berkreasi buatkan gravity
Ada asep, qori, rauf, syakwan pati
Ada tuan Dedi mencak mencak rambutnya di potong Uni

Di gerbang sekolah pagi aku amati
Gadis manis berbibir merah hati
Entah lipstik siapa yang dicuri
Bahkan laki-laki pun mencat bibirnya dengan merah hati
Rambut pirang seperti belanda habis berperang
Itu tuan hemi
Jangan coba coba kau beri nasehat
Bisa tak ditegurnya kau sampai mati


Tapi tak semuanya
Ada wawan yang senyum paginya selalu menawan
saat azan pak supriono selalu datang
Ada jamelia tilawah jumatnya membuat jiwa mensyukuri nikmat
Sampai sampai pak chairul berjibaku merekam suaranya dalam lengkingan TOA dibawah pohon ketapang
Ada fanki yang selalu mengajak mengaji
Cuma akhir ini datang tebiat...perpisahan tak ada niat..

Tersebab itu alkisah cerita maka aku tulislah
Sebab jalan hidup masih panjang
tersebab cinta dan pengabdian
maka firman firman tuhan dibacakan
sabda sabda nabi aku berikan
memberimu bekal hidup
tentang ilmu yang beradab
tentang santun yang bersopan
tentang tangisan akhir kehidupan

ini adalah pengabdian
tak perlu penghargaan
sebab tuhan punya standart ketuntasan

 
Aku tak minta balasan dari mu
Cuma satu …
Kalau aku mati doakan aku
Agar tuhan ampunkan kesalahan dalam mendidik mu
Agar  tuhan
terangkan kuburan ku
Agar tuhan merubah takdir akhiratku

Cuma satu
tetaplah kau berdoa untuk ku..

Tersebablah kisah maka aku bacalah
Kau dengarkan...?

Meja Panjang Harakie, 07:33, 10 April 2019

Cerita Kotak

[cekguharakie]-Puisi-

Karya : Fitrie Harakie_فِتْرِي حَرَكِي   

Bacakan lah pada ku cerita itu...
Agar Jiwaku tak menjadi layu
Ceritakanlah pada ku tentang langit yang Hitam
Agar semangatku tak pernah kusam...

Bisikanlah padaku tentang angin yang semilir...
Agar jiwa ku hening dalam hidup yang selalu getir
Pekikanlah padaku tentang halilintar yang menggelegar
Agar aku tahu bahwa hidup Haruslah tegar....

Bacakan padaku..
Bacakan...
Bacakan...!
Agar engkau tahu bahwa hidup bukanlah sekedar bercerita..

Mengawang dibalik awan harapan
Tertahan hembusan Badai cobaan
Melayang di atmosfer  pencarian
Terjatuh di bumi Kehidupan
Tersungkur dalam kotak penantian...

Ya kotak itu....
Kotak yang belum sempat kau ceritakan
Atau memang tak kau ceritakan...
Sebab ia adalah peristirahatan
yang membungkam seribu asa dan harapan bahkan khayalan

Kini...
Meski tak kau ceritakan
Kotak itu telah kupesan
Demi persiapan agar hidup tak mengawang...

Bukan kubayar dengan uang...
Namun sebelambak amalan
Dari perbuatan dalam kehidupan...
Semoga...
Di terima Tuhan...

Kotak itu....
Kotak aku...
Kotak kamu...
Kotak siapa...?

Mendekatkan Jarak antara Islam dan Manusia Muslim

cekguharakie]-Khutbah Jumat- MUA, 14 Desember 2018


Khutbah Pertama
الۡـحَمۡدُ لِلّهِٰ رَبِّ الۡعَٰلَمِينَ، نَـحۡمَدُهُ وَنَسۡتَعِيۡنُهُ وَنَسۡتَغْفِرُهُ، وَنَعُوۡذُ بِاللّٰهِ مِنۡ شُرُوۡرِ أَنۡفُسِنَا وَمِنۡ سَيِّئَاتِ أَعۡمَالِنَا، مَنۡ يَهۡدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنۡ يُضۡلِلۡ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشۡهَدُ أَن لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيۡكَ لَهُ، وَأَشۡهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبۡدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمۡ عَلَى مَحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصۡحَابِهِ أَجۡمَعِين، وَمَنۡ تَبِعَهُمۡ بِإِحۡسَانٍ إِلَى يَوۡمِ الدِّيۡن.
أَمَّا بَعۡدُ 
:
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوۡصِيۡكُمۡ وَ نَفۡسِى بِتَقۡوَى اللَّهِ فَقَدۡ فَازَ الۡمُتَّقُوۡنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
((يَٰٓأَ يُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ  وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ))  
((يَٰٓأَ يُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ وَقُولُوا قَوۡلًا سَدِيدًا يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَالَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ ۞ وَمَنۡ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا))

Segala puji dan syukur hanya pantas kita sanjungkan kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang atas limpahan nikmat dan karunia kepada kita yang tiada terkira jumlah maupun nilainya. 

Salam serta shalawat senantiasa kita sampaikan kepada Nabi yang agung, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, shahabat, dan siapapun yang mengikutinya hingga akhir jaman.


Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan dan selalu menyiapkan amalan terbaik untuk akhirat kita. Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُوْنَ ١٨
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Hasyr: 18)


Semoga Allah meridhai kita semua, memudahkan jalan kita menuju surga-Nya, memudahkan memperoleh pertolongan-Nya, dan senantiasa menjaga kita dan semua umat Islam dari segala musibah dan kejahatan. Aamiin, yaa rabbal’aalamiin.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada Kesempatan yang berbahagia ini,  khatib mengajak kepada kaum muslimin,  dan terutama kepada khatib sendiri, marilah kita bersama-sama bertaqwa kepada Allah Swt, dengan sebenar-benarnya taqwa, dalam arti,  melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya , dan taqwa yang dapat mengikis habis segala kemusyrikan dan kemunafikan,  sehingga kita betul2 menjadi manusia muslim yang syamil mutakkamil dan berkarakter.
Adapun Judul khutbah yanga akan khatib sampaikan  pada kesempatan ini adalah : Mendekatkan Jarak Antara Islam dan Manusia Muslim
Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah
Sadarkah kita, tatkala memasuki usia dewasa, tanpa melalui proses yang berliku, tiba-tiba telah mendapati diri kita sebagai seorang Muslim. Orang tua, suasana rumah, dan lingkungan sekitar, telah membawa,   kepada suasana batin yang penuh iman dan larut dalam tradisi ubudiah. 

Merupakan suatu keberuntungan bagi kita  ketika dilahirkan dalam keturunan  Islam, Dan merupakan keberuntungan pula karena Allah telah menamai kita Muslim sejak dahulu.
Dalam QS. Alhajj, 22: 78 Allah Berfirman

Artinya:    Dia ( Allah) telah menamai kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan begitu pula dalam AlQur’an ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu,  dan agar kamu menjadi saksi atas segenap umat manusia



Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Namun lebih merupakan suatu keberuntungan bagi kita ketika dalam ber-Islam melakukan pencarian makna ber-Islam sesungguhnya, dengan melakukan kontemplasi atau perenungan tanpa meninggalkan ritual ibadah  yang kita pahami selama ini.



Kita meyakini bahwa itu merupakan perintah dari pencipta yang kita kenal dengan nama Allah Swt, suatu zat yang  mutlak yang harus diakui oleh umat manusia. Tanpa melakukan kontemplasi tentang makna sesungguhnya dalam berislam, ia sudah terkena percikan–percikan dari lingkaran konsekwensi keimanan. 

Namun, disinilah letak kejumudan berfikir sebagian kaum muslimin dalam melakukan kontemplasi berislam sesungguhnya, dengan merasa dilahirkan dalam keluarga yang menganut Agama Islam, sudah merasa berislam dengan sesungguhnya, disadari atau tidak, ritual yang kita jalankan adalah sebagai rutinitas ritual belaka. 

Tanpa memaknai beribadah dalam arti sesungguhnya maka ibadah yang dilakukan tidak memiliki dimensi spiritual yang membumi dan menghunjam didalam diri manusia. 

Faktanya ritual ibadah yang kita jalani tidak berbanding lurus dengan implementasi style/gaya hidup kita, yang terjadi dilapangan ummat Islam  mayoritas dalam kuantitas,  selalu kalah  memenangkan pertarungan  eksistensi agamanya di muka bumi, penindasan, pelecehan dan pemasungan hak–hak manusia dan selalu umat Islam dijadikan korban .

Hadirin Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah



Fathi Yakan Rahimahullah dalam karyanya yang berjudul  madza ya’ni intima’i lil islaam,  apa komitmen saya terhadap islam menjelaskan bahwa ber-Islam dalam arti sesungguhnya adalah dengan kemurnian pemahaman dan pelaksanaan yakni pada tataran teoritis sampai menghadirkan dalam dunia empiris/lapangan. 

Menjadikan muslim yang komitmen terhadap Islam dan menginternalisasi nilai – nilai agama dalam dirinya serta melakukan internalisasi Islam kepada setiap umat manusia khususnya ummat Islam yakni membentuk pribadi Islam yang meng-Islamkan pribadi lain



Komitmen kepada Islam bukanlah warisan atau keturunan. Bukan pula komitmen sebatas penampilan luar, melainkan komitmen menyesuaikan diri dengan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. 

Islamisasi diri sebagai langkah awal internalisasi memasukan Islam dalam pribadi, diantaranya adalah; mengislamkan aqidah, ibadah, akhlak, keluarga, lingkungan dan mampu mengalahkan hawa nafsu. 

Setelah internalisasi Islam kedalam diri, ternyata tidak cukup dengan menata kesholehan pribadi saja. Harus ada langkah kedua, yakni pribadi yang islam itu harus melakukan terobosan dan gerakan  dengan mengajak orang lain untuk mengikuti langkahnya sehingga terciptalah pribadi Islami yang membentuk komunitas islami . 

Dalam melakukan penetrasi, muslim tidak bisa melakukannya sendiri–sendiri harus ada gerakan yang terorganisir dalam merealisasi keinginan tersebut, inilah yang disebut dengan Harokah Islamiyah yang merupakan bagian kedua yang harus dilakukan oleh pribadi–pribadi Islami tersebut yakni; berkontribusi aktif dan mempunyai komitmen dalam gerakan keislaman dengan cara mempersembahkan hidup dan meyakini kewajiban berjuang hanya untuk Islam dan memahami pilar–pilar perjuangan Islam.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah


Agar tercipta jarak yang dekat antara Islam dan Manusia Muslim sehingga internalisasi nilai rabbani semakin kuat maka ada tiga tahapan rekonstruksi yang harus dilakukan:  

Pertama, tahapan afiliasi, yakni memperbaharui afiliasi kaum muslimin kepada Islam kembali, sebab keislaman kaum Muslimin saat ini lebih banyak dibentuk oleh warisan lingkungan sosial, bukan dari pemahaman dan kesadaran yang mendalam tentang Islam. Keislaman dengan basis seperti ini tidak memiliki imunitas yang membuatnya mampu bertahan dari semua bentuk invasi budaya. 

Oleh karena itu, sebuah goncangan kecil sudah cukup memadai untuk mengubah warna kehidupan kaum Muslimin.



Kedua, tahapan partisipasi, setelah memperbaharui keislaman dan memperbaiki pemahamannya kepada Islam, setiap Muslim harus dibawa kedalam komunitas Muslim yang besar, dimana ia menjadi bagian dari masyarakat dan berpartisipasi membangun masyarakat tersebut. 

Pada tahapan pertama kita menciptakan manusia Muslim yang shalih, maka tahapan kedua, manusia yang shalih itu kita leburkan kedalam masyarakat, agar ia mendistribusi keshalihannya kepada yang lain, agar keshalihan individu itu berkembang menjadi keshalihan kolektif



Ketiga, tahapan kontribusi,

Kita harus memiliki spesialisasi bidang ilmu yangkita yakini dapat menjadi unggul. Kita tidak akan menjadi segalanya dan tidak akan sanggup melakukan segalanya. Sebagai kontributor kita harus mengetahui letak titik krmampuan kita.



Setiap Muslim harus memberikan kontribusi aktif, sekecil apapun peranannya dalam masyarakat sangat menentukan eksitensi Islam ini di tengah-tengah kehidupan ummat manusia sehingga berpengaruh dalam setiap dimensi kehidupan.

Hadirin Sidang Jum’at Yang dimuliakan

Dengan memilih sikap islam seperti itu berarti kita sudah memenuhi sikap Salah Satu firmannya : QS Albaqarah :2 : 208 
  
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman ! masuklah kedalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaithan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu.



Islam, bagaimanapun dapat dengan mudah memenangkan pertarungan di tataran ideologi dan pemikiran, meskipun pertarungan yang sesungguhnya terletak diantara kenyataan; dikeramaian jalanan, di kegaduhan pasar, di belantara politik, di panggung budaya, di tengah desingan mesiu, dan diseluruh pojok bumi. 

Oleh karena itu  kebenaran Islam layaknya sebuah pedang, dan sedang menanti tangan perkasa dari sang pahlawan.



Inilah tugas yang harus dilakukan manusia yang mereka terlahir dalam Keturunan Islam, agar Islam tidak hanya labelisasi saja untuk mendapat legalitas dalam hidup bermasyarakat dan bernegara ending dari semua itu adalah eksistensi agama ini harus terjaga di muka bumi ini secara kuantitas dan kualitas tentunya.***

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ




Khutbah Kedua
الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرۡسَلَ رَسُولَهُ بِالۡهُدَىٰ وَدِيۡنِ الۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُ عَلَى الدِّيۡنِ كُلِّهِ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيۡدًا.

أَشۡهَدُ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيۡكَ لَهُ، وَ أَشۡهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبۡدُهُ وَ رَسُوۡلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمۡ عَلَى مَحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحۡبِهِ وَمَنۡ تَبِعَهُمۡ بِإِحۡسَانٍ إِلٰي يَوۡمِ الدِّيۡنِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوۡصِيۡكُمۡ وَنَفۡسِي بِتَقۡوَى اللّٰهِ تَعَالٰى فَقَدۡ فَازَ الۡمُتَّقُوۡنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَاليٰ فِي الۡقُرۡاٰنِ الۡكَرِيۡمِ: ((يَٰٓأَ يُّهَا ٱلَّذِيۡنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوۡتُنَّ إِلَّا وَ أَنتُم مُّسۡلِمُون))
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم:
((إِنَّ ٱللَّهَ وَ مَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ، يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوا تَسۡلِيمًا))
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيۡتَ عَلَى إِبۡرٰهِيۡمَ وعَلَى اٰلِ إِبۡرٰهِيۡمَ إِنَّكَ حَمِيۡدٌ مَجِيۡدٌ. وَبَارِكۡ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكۡتَ عَلَى إِبۡرٰهِيۡمَ وعَلَى اٰلِ إِبۡرٰهِيۡمَ، إِنَّكَ حَمِيۡدٌ مَجِيۡدٌ.
اللّٰهُمَّ اغۡفِرۡ  لِلۡمُسۡلِمِيۡنَ وَالۡمُسۡلِمَاتِ، وَالۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَالۡمُؤۡمِنَاتِ، الۡأَحۡيَآءِ مِنۡهُمۡ وَالۡأۡمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيۡعٌ قَرِيۡبٌ مُجِيۡبُ الدَّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغۡفِرۡ  لَنَا وَلِإِخۡوَانِنَا الَّذِيۡنَ سَبَقُوۡنَا بِالۡإِيۡمَانِ، وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوۡبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيۡنَ آمَنُوۡا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوۡفٌ رَّحِيۡم.
رَبَّنَا ظَلَمۡنَا أَنۡفُسَنَا وَإِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخَاسِرِيۡنَ.
رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٍ وَاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ إِمَامًا.
رَبَنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَفِي الۡأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار.
سُبۡحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوۡنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الۡمُرۡسَلِينَ، 

Followers

Back To Top