Karya :Fitrie Harakie
Tersebutlah kisah tersebab resah maka aku tulislah
Terkenang masa kita bersua duduk bersama maka aku ajarlah
Tersentuh jiwa membuai mimpi berlagak kita maka berjanjilah
dalam cita menggengam asa
Sebab masa depan tlah membentang
Hari ini aku bentangkan tentang ingatan kelakuan
Di barak barak normah kau bersembunyi takut di ajak senam
pagi
Di tembok pagar sekolah kau susuri belajar melompat seperti
belalang kunyit yang tak mandi
Di dinding dinding kelas kau berkreasi buatkan gravity
Ada asep, qori, rauf, syakwan pati
Ada tuan Dedi mencak mencak rambutnya di potong Uni
Di gerbang sekolah pagi aku amati
Gadis manis berbibir merah hati
Entah lipstik siapa yang dicuri
Bahkan laki-laki pun mencat bibirnya dengan merah hati
Rambut pirang seperti belanda habis berperang
Itu tuan hemi
Jangan coba coba kau beri nasehat
Bisa tak ditegurnya kau sampai mati
Tapi tak semuanya
Ada wawan yang senyum paginya selalu menawan
saat azan pak supriono selalu datang
Ada jamelia tilawah jumatnya membuat jiwa mensyukuri nikmat
Sampai sampai pak chairul berjibaku merekam suaranya dalam
lengkingan TOA dibawah pohon ketapang
Ada fanki yang selalu mengajak mengaji
Cuma akhir ini datang tebiat...perpisahan tak ada niat..
Tersebab itu alkisah cerita maka aku tulislah
Sebab jalan hidup masih panjang
tersebab cinta dan pengabdian
maka firman firman tuhan dibacakan
sabda sabda nabi aku berikan
memberimu bekal hidup
tentang ilmu yang beradab
tentang santun yang bersopan
tentang tangisan akhir kehidupan
ini adalah pengabdian
tak perlu penghargaan
sebab tuhan punya standart ketuntasan
Aku tak minta balasan dari mu
Cuma satu …
Kalau aku mati doakan aku
Kalau aku mati doakan aku
Agar tuhan ampunkan kesalahan dalam mendidik mu
Agar tuhan
Agar tuhan
terangkan kuburan ku
Agar tuhan merubah takdir akhiratku
Cuma satu
tetaplah kau
berdoa untuk ku..
Tersebablah kisah maka aku bacalah
Kau dengarkan...?
Meja Panjang Harakie, 07:33, 10 April 2019
Labels:
PUISI
Thanks for reading Tersumbat Kisah Maka Tertulislah. Please share...!

0 Comment for "Tersumbat Kisah Maka Tertulislah"
Mantaap