![]() |
| [cekguharakie]-Khutbah Jumat- : Source Pict :https://infodakwahislam.files.wordpress.com |
Khutbah
Pertama
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُوْنَ لِلْعَالَمِيْنَ
نَذِيْرًا ، الَّذِيْ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَخَلَقَ كُلَّ
شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ شَهَادَةً تَجْعَلُ الظُّلُمَاتِ نُوْرًا ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ الْمُرْسَلُ مُبَشِّرًا
وَنَذِيْرًا
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّيْنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ الْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً وَهَادِيًا صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا ، وَعَلَى
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ اِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُمُ اللهُ نَضْرَةً
وَسُرُوْرًا
قال
الله تعالى : يآأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ
الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
أما بعد ...
Ma’syiral Muslimina rahimakumullah …
Senantiasa
kita haturkan ucapan Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT. Sebab, atas Rahmat dan
Karunia-Nya, kita pada sekarang ini dikumpulkan oleh Allah di Masjid yang
diberkahi ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Senantiasa
pula kita berdoa kepada Allah SWT, semoga seluruh kebaikan yang kita lakukan diterima di sisi Allah SWT dan kesalahan dan kekhilafan di
maafkan oleh Allah SWT
Dikesempatan
ini, khatib menyampaikan pesan utama dalam khutbah, yakni: bertaqwalah kepada
Allah SWT. Sebagaimana pesan Allah SWT kepada kita semua,
وَلَقَدْ
وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ
اتَّقُوا الله
"…sungguh,
Kami telah memberikan wasiat kepada orang – orang yang telah diberi Kitab dari
sebelum kalian dan juga untuk kalian; bertaqwalah kalian kepada Allah …"
(QS. An Nisa': 131)
Sebab, taqwa
adalah jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Nabi kita,
Muhammad SAW pun juga berpesan wasiat kepada sahabatnya yang mulia, yakni
Mu'adz bin Jabal, manakala hendak pergi berdakwah ke negri Yaman,
اتَّقِ اللَّهَ
حَيْثُمَا كُنْت
"Bertaqwalah
kepada Allah SWT di mana pun engkau berada." –HR. At Tirmidzi.
Yakni, bertaqwalah kalian
kepada Allah di saat sepi, sebagaimana kalian bertaqwa kepada Allah di saat
kamu berada di tengah-tengat manusia. Bertaqwalah kalian kepada Allah, di mana pun dan
kapan pun.
Diantara ketaqwaan adalah, meyakini akan hadirnya
Allah, bahwa Dia senantiasa mengawasi hamba-Nya dalam keadaan apapun. Allah SWT
berfirman, yang artinya, “ …, tiada pembicaraan
rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah (Allah) yang keempatnya…” (QS.
Al-Mujadilah: 7)
Taqwa itu adalah satu kata yang lengkap dan
menyeluruh, mencakup segala aktifitas dalam melakukan kewajiban, dan meninggalkan
larangan-larangan.
Ma’syiral Muslimina rahimakumullah …
Diantara
karunia Allah swt kepada hamba-Nya adalah dikuasakannya atas mereka, harta dan
kekayaan. Bukan untuk dimiliki, namun dimanfaatkan untuk kebaikan dan
kemaslahatan mereka dan juga umat manusia, baik untuk dunianya, terlebih untuk
akhiratnya. Alla swt berfirman,
آمِنُوا
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ
فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ (7)
“Berimanlah
kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berinfaklah sebagian dari hartamu, yang Allah
telah menjadikan kalian menguasainya; maka orang – orang yang beriman diantara
kalian, dan menafkahkan sebagian hartanya memperoleh pahala yang besar.” –QS.
Al Hadid, 7.
Allah SWT menciptAkan harta dan menguasakan itu pada manusia, sebagai amanah, agar digunakan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Hakikat harta tersebut adalah milik Allah SWT. Manusia tidak memilikinya. Manakala ia meninggal, tidak membawanya, kecuali apa yang diinfakkannya di jalan Allah.
Dalam
Tafsir Ibnu Katsir dikatakan, “Harta yang kalian miliki hanyalah pinjaman dari
Allah. Sebelumnya, harta itu berada di tangan orang – orang sebelum kalian,
kemudian berpindah kepada kalian. Allah memberikan petunjuk, agar harta
tersebut digunakan untuk mentaati-Nya. Jika digunakan sesuai dengan petujuk,
maka kemanfaatannya akan kembali pada pelakunya. Sekiranya tidak, Allah swt
menghisab dan memberikan sangsi. Ayat tersebut juga menunjukkan, bahwa kelak,
pada akhirnya ditinggalkan, dan beralih kepada ahli waris.”
Ma’asyriral Muslimana Rahimakumullah …
Harta
adalah sesuatu yang telah dijadikan oleh Allah sebagai penopang dan alat untuk
mendapatkan kesenangan di dunia ini. Karena itu, harta wajib dikelola oleh
orang – orang yang berakal dan bertanggung jawab; agar harta dapat memberikan
kebermanfaatan yang sangat besar. Allah swt menjelaskan, artinya, “ …dan
janganlah (harta) kalian serahkan kepada orang – orang yang belum sempurna
akalnya, harta mereka yang ada di dalam kekuasaanmu, yang dijadikan oleh Allah
sebagai pokok kehidupan.” –QS. An Nisa’, 5.
Membelanjakan
harta pada selain jalan kebaikan dan bermanfaat adalah tindakan kebodohan yang
dilarang oleh Islam.
Termasuk
didalamnya adalah para pemimpin. Wajib bagi mereka untuk menggunakan harta
Allah swt pada hal – hal yang diridhai oleh Allah SWT. Memperkokoh agama-Nya,
dan meninggikan kalimat-Nya, serta bermanfaat bagi umat manusia, juga bangsa
dan Negara.
Para
pemimpin hanya lah seseorang yang diberi amanah untuk mengelola harta Allah
untuk kemaslahatan umat manusia. Manakala mereka menggunakan kepada hal hal
yang tidak berguna, apalagi hingga membiarkan rakyat dan umat manusia
menderita, maka Rasulullah SAW memberikan peringatan, dengan sabdanya:
إِنَّ
رِجَالاً يتخوَّضون فِي مَالِ اللهِ بِغَيْرِ حَقٍّ، فَلَهُمْ النَّارُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ - أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ
“Sesungguhnya
beberapa orang laki-laki membelajakan harta Allah dengan cara yang tidak
dibenarkan, maka kelak di hari kiamat, mereka akan dimasukkan ke dalam api
neraka.” –HR. Al Bukhari.
Termasuk
yang tidak dibenarkan adalah, bukan pada tempatnya. Tidak adil menggunakan dan
memanfaatkannya. Sehingga terjadi kezhaliman dan kesengsaraan bagi rakyat dan
bagi umat manusia. Umat manusia menderita, sebab para pemimpin yang mendapat
amanah mengelola harta tidak adil dan tepat menggunakannya.
Ma’asyriral Muslimana Rahimakumullah …
Benarlah
sabda Nabi SAW kepada Amru bin Al ‘Ash,
يَا عَمْرُو،
نِعْمَ الْمَالُ الصَّالح لِلرَّجُلِ االصَّالِح
“Wahai
Amru bin Al ‘Ash, senikmat nikmatnya harta yang baik, adalah harta yang dikelola
oleh orang (shaleh) baik.” –HR. Ibnu Hibban, dengan sanad shahih.
Hadits
tersebut memberikan bimbingan kepada kita, bahwa harta akan memberikan manfaat
yang sangat besar, manakala dikelola oleh baik, bertanggung jawab dan
adil.
Termasuk
juga tidak menyerahkan pengelolaan harta negara kepada orang – orang jahat.
Jika dalam kepemimpinan bangsa dan negara kita diisi oleh orang – orang shaleh,
sungguh, kebermanfaatan harta semakin memberikan kebaikan bagi seluruh rakyat.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا،
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ، وَاسِعِ الفَضْلِ وَالجُوْدِ
وَالاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَهَادَةً تُنْجِيْنَا مِنَ
الطُّغْيَانِ وَالنِّيْرَانْ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ
اْلإِنْسَانْ ، مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَبْعُوْثُ عَلَى
اْلإِنْسِ وِالْجَانْ ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ
تَسْلِيْماً كَثِيْرًا ؛ قال الله تبارك وتعالى : يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ،أما بعد:
Ma’asyiral Muslimina Rahimakumullah ....
Di
khutbah yang kedua, khatib hendak menyampaikan nasehat kepada kita semua,
jadilah kita orang yang adil dalam mengelola harta. Harta wajib digunakan untuk
Allah dan memuliakan agama-Nya, berinfaq di jalan-Nya sesuai dengan kemampuan
masing – masing.
Dalam
riwayat Imam Ahmad, dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Ketika Aku menghadap
Rasulullah SAW, beliau bersabda, ( dalam tafsir surat At Takatsur ),
“Bermegah-megahan telah melalaikan kalian”, Anak Adam (manusia) berkata –kelak
pada hari Kiamat—‘(mana) hartaku ...(mana) hartaku (maka dijawab), apakah kamu
memiliki harta ? Bagian dari hartamu hanyalah apa yang engkau makan, lalu
habis, apa yang engkau pakai, lalu rusak, dan apa yang engkau dermakan –di
jalan Allah--, maka engkau meraih pahalanya.”
Dalam
riwayat Muslim disebutkan, “Dan selain itu akan lenyap dan engkau tinggalkan
untuk manusia –setelahmu.”
Semoga
Allah membatu kita menjadi orang yang adil dalam mengelola harta.
Mari
berdo’a kepada Allah SWT...
اَللهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا،
فَشَقَّ عَلَيْهُمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْه
اللهُمَّ ادْفَعْ
عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ
وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا
خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ
اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ
تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ !
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ
وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Seri Naskah
Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY
Oleh: : Ust. MA Solihun
Labels:
Khutbah Jumat
Thanks for reading Mengelola Harta dengan Adil. Please share...!

0 Comment for "Mengelola Harta dengan Adil"
Mantaap