28 September 2018
bumi itu bergoyang
seakan meneriakan tentang
laku kehidupan
entah ini teguran, sentuhan
atau peringatan
bagi pengambil hikmah agar
hidup tak boleh lengah...
28 September 2018
empat belas nol nol waktu
indonesia bagian barat
dengan magnitude enam skala
ricther mengguncang Donggala sejauh sepuluh kilometer
satu meninggal sepuluh luka
luka
lalu disusul dengan tujuh
koma empat scala richter
meski luka masih menganga
bumi bergoyang
bumi berguncang
teriakan amarah
marah...
entah kepada siapa..
tapi kami merasa meski jauh dari
donggala
tujuh belas nol dua waktu indonesia
bagian barat
Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
mengeluarkan warning waspada tsunami
tsunami, tsunami, tsunami...teeeeeeeeeeeet
air laut meradang menerjang daratan
menyapu segala macam
penghalang jalannya
menerjang Palu dan Donggala
sampai empat meter
rumah, bangunan gedung, mobil,
semuanya terpaku dalam terjangannya...
tewaskan empat puluh delapan
dan korban luka luka tiga lima enam
tragedi palu donggala menyisakan
pilu yang mengangga
belum selesai lombok kini menjalar
ke donggala
hari ini mereka saudara kita
mungkin besok kita dalam giliran-Nya
hari depan tak ada yang bisa
menduga
sebab kematianpun tak ada
yang bisa menerka
kita hanya berusaha dan
berdoa
Yaa Allah, lindungilah
saudara-saudara kami di sulawesi tengah dari segala keburukan
Allahummahfiz ikhwaananaa bi
sulawiisiil wustha min kulli suu’
29 September 2018, 15:34 Meja
Guru Sang Pengabdi
Labels:
PUISI
Thanks for reading Palu Donggala Kami Terus Berdoa. Please share...!

0 Comment for "Palu Donggala Kami Terus Berdoa"
Mantaap