![]() |
| Ntx, 28062018 |
embun menolak jatuh kebumi
tersangkut diatas dedaunan
tersengat cahaya matahari
dan menguap bersama angin lalu
terbang ke awan dan bersemayam untuk beberapa lama....
pergilah malam...
datang menjemput pagi yang mulai basi
terinjak cahaya matahari
bersahutan angin menerpa bumi
diantara berjuta cahaya
engkau datang menerobos malam
diikuti sahutan jangkrik yang kian hari terasa
mencekik...
beribu kata tak mampu menghentikan azzam mu
bertekad dalam renta zaman yang mulai sekarat.
dihembus angin kemunafikan
berjalan dalam hentakan timbangan jiwa
tak mampu membuat insyaf sekedar pikiran yang menyaraf
bertekuklah dihadapan NYa
dalam simpuh jatuh duduk menjadi lumpuh
keriangan yang tercipta tak mampu membelai angin kematian
datang tanpa persiapan dalam penyambutan tamu
kehormatan
engkau mendelik dalam sejengkal tatapan tanpa senyuman
dihanyut mimpi semalam mulai kusam
menjerit lidah api diantara dentuman halilintar
dhuaaaaaar.....
sentakan Munkar Nankir mengejutkan
bahwa hidup bukan sekedar Mimpi
aku berfikir saatnya menjemput
saatnya menjemput
saatnya..
engkau terdiam dalam kebimbangan
haruskah bertahan atau melawan
Tak ada yang mampu menguatkan
kecuali auman malam bercampur hentakan zikir sepertiga
malam
membelai pipi dalam buliran
menganak sungai jalan panjang lelehan air mata
tak sepantasnya
tak sepantasnya
tak sepantasnya
kita.........
Fitrie Harakie, Rumah Tuhan, 11 Mei 2011...13.05
WIB

0 Comment for "Percikan Jiwa Pencari Makna"
Mantaap