![]() |
| Haluan Kepri, Minggu 22 Mei 2011 |
Memukau kata dalam selera bicara..
Menundukan
hati yang terpana.. saat lidah hati menari seperti api..
Menyesakan
dada, menghancurkan selera..ada bicara tanpa makna..
Kau
pekikkan..!!!!semangat kehidupan..dihantui jejak kematian..
Angin
malam..bercampur sisa debu jalanan..membawamu dalam titik penantian...
Bicaralah..!!!
semau mu..sebab ku tahu Izrail akan mengintip mu..
Diringi
kawalan Munkar Nankir..
Tak
ada yang lolos meski sekadar berfikir..
Hari
ini, pagi ini....kehidupan baru mulai bertemu..
Bersua
makna tanpa kata...menyeruak dalam kerinduan seorang hamba....
Adakah
lelah yang mulai menghimpit...diringi tatapan pecundang yang mulai genit...
Seakan
siap, meski dalam angan yang tak pernah terbang......
Hooaaaaaakh..kata
tak pernah ada..dalam suara tanpa makna..
Ikuti
selera Dada penguasa..kau bicara sekan menjadi penyelamat angkara..
T'kah
kau berfikir, sedikit senyuman mu adalah kematian bagiku....
Angkuh
wajah dinginmu pertanda tak ada waktu bersama m..u
Hari
ini kekuasaan dan kepongahan bersanding dalam peraduan pengantin
Mencibir
setiap detik keikhlasan dan kebenaran dalam hati yang kusam....
Menjilat
rahim kemunafikan dalam titik penantian..
Tak
ada akhir dalam kehiduopan kecuali kematian yang tak dipersiapkan...
Seakan
bertemu dalam ujung yang berkahir..kau tanya adakah yang tak berakhir..???
Aku...?
Fitrie
Harakie, DBS:Sudut Bangku Panjang yang tak Berujung, 07 Mei 2011, 06.55 WIB
Labels:
PUISI
Thanks for reading AKHIR PENGHUJUNG YANG TAK BERAKHIR. Please share...!

0 Comment for "AKHIR PENGHUJUNG YANG TAK BERAKHIR"
Mantaap